Malaysia Menangkap Imigran Ilegal

Malaysia Menangkap Imigran Ilegal – Sudah tidak perlu dirahasiakan lagi, masalah imigran ilegal sudah menjadi masalah umum semua negara. Tidak bisa dikontrol dengan baik karena masyarakat sekarang lebih cerdas dalam mengelabui pemerintah. Berbicara tentang imigran ilegal, di Malaysia beberapa waktu ini menjalani razia imigran gelap dimasa lockdown.

Berbagai negara sudah menerapkan Lockdown dan menutup semua akses keluar masuk negara untuk melakukan pembersihan dari dunia luar yang kemungkinan membawa masuk virus.

Malaysia Menangkap Imigran Ilegal

Karena ketentuan lockdown ini cukup meresahkan, pemerintah Malaysia melakukan penggerebekan di berbagai kawasan ramai seperti pusat grosir Kuala lumpur. Sebanyak 7.551 dokumen WNA dicek dan akhirnya sudah ditemukan sebanyak 1.368 imigran ilegal.

Penggerebekan ini dilakukan dengan pengawasan MCO (sebutan lockdown malaysia). Dari angka imigran yang tertangkap, kebanyakan berasal dari Myanmar, yang totalnya mencapai 790 orang. Dan 421 orang adalah WNI. 

Para imigran yang tertangkap saat lockdown sudah dilakukan pengecekan covid-19 dan ternyata negatif. Semua orang pasti mengkhawatirkan kondisi kesehatan. Karena itu kebanyakan negara sekarang melakukan pengecekan kesehatan sebelum ke tahap berikutnya seperti pemulangan atau lainnya.

Semua imigran yang tertangkap tidak memiliki dokumen identifikasi, overstay, dan bahkan ada beberapa yang memiliki izin palsu. 

Banyak WNI menjadi Imigran

Jika kalian berfikir menjadi imigran ke Malaysia bisa mudah, akan lebih baik pikirkan lagi dengan matang. Karena Malaysia adalah negara yang sering dijadikan perbatasan ke negara lainnya. Banyak orang berpindah negara menetap di Malaysia lebih dahulu.

Jika kalian tertangkap seperti imigran yang diberitakan tadi, tentu kalian harus menjalani hukuman lebih dahulu yang kurang lebih 2 Minggu dalam tahanan dan ada kemungkinan denda yang perlu kalian bayarkan.

Selain itu, kalian akan dideportasi ke negara asal dan masuk daftar hitam untuk tidak bisa kembali lagi ke negara tersebut. Kebijakan daftar hitam memang sudah diterapkan diberbagai negara. Semua sudah diatur berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku. Tidak bisa diubah atau dinegosiasi selama anda melanggar aturan pemerintahan setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *