Apa Perbedaan di antara Pengungsi dan Imigran

Apa Perbedaan di antara Pengungsi dan Imigran

Apa Perbedaan di antara Pengungsi dan Imigran – Banyak orang
masih berpendapat bahwa pengungsi dari luar negeri juga disebut
imigran. Walaupun ini jelas sangat berbeda.

Menurut Kepala Perwakilan Komisi Tinggi Pengungsi PBB (UNHCR)
atau Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Masalah
di Indonesia, Thomas Varga, para pengungsi dan imigran dari luar negeri adalah dua hal yang berbeda.

Imigran sendiri adalah warga negara asing yang melibatkan Indonesia atau sebaliknya. Mereka datang dengan sejumlah faktor mulai dari kegiatan ekonomi, anggota keluarga, berniat untuk tenang serta sekadar tugas. Di sisi lain, para pengungsi adalah mereka yang melarikan diri dari negara tempat tinggal mereka ke suatu negara untuk menjalani kehidupan yang lebih terhormat.

“Para pengungsi ini belum punya pilihan untuk menuju ke satu negara lagi, sebagai akibat dari pertempuran, misalnya,” kata Vargas.

Apa Perbedaan di antara Pengungsi dan Imigran

Dengan perbedaan ini, pemerintah diharapkan untuk mengenali ketika ada orang asing ke Indonesia apakah dia adalah orang asing yang sah secara hukum atau ilegal dengan mereka yang benar-benar telah meninggalkan negara mereka.

Sejak itu, hingga saat ini Indonesia masih sering melakukan penangkapan oleh petugas imigrasi meskipun faktanya mereka adalah pengungsi.

Sejauh ini, UNHCR telah mencatat bahwa di Indonesia ada sekitar 11 ribu pengungsi dari berbagai negara, khususnya negara-negara konflik seperti Afghanistan, Irak, Iran, Somalia dan bahkan berbatasan dengan Myanmar. Mereka umumnya tersebar di berbagai daerah tetapi banyak di Jakarta.

Para pengungsi ini tentu saja tidak dimungkinkan untuk mencari pekerjaan oleh pemerintah Indonesia. Demi pendanaan, UNHCR telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan global untuk menyediakan dana bagi kehidupan mereka.

Imigran dan Pengungsi Menjadi Satu Kesatuan

Sementara ditawarkan pelatihan, mereka siap untuk kembali ke negara mereka atau pergi ke negara yang mereka inginkan untuk kehidupan yang jauh lebih baik.

Varga juga meyakinkan bahwa para pengungsi ini pasti akan menahan segala hal yang tidak menguntungkan di negara Indonesia karena fakta bahwa mereka juga menerima panduan yang ketat. “Mereka kemungkinan besar memulai kehidupan yang jauh lebih baik. Tidak mungkin bagi mereka untuk melakukan kesalahan, terutama di negara-negara orang lain,” katanya.